10
Tonton Selengkapnya
27 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Sunday, 21 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Tafsir

Pesantren

Oleh Dr KH Ahsin Sakho Muhammad, Pondok Pesantren Dar Al-Qur’an Kebonbaru, Arjawinangun, Cirebon

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
11 December 2022
in Tafsir
0
Pesantren

وَمَا كَانَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لِيَنفِرُوا۟ كَآفَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَآئِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوا۟ فِى ٱلدِّينِ وَلِيُنذِرُوا۟ قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوٓا۟ إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

“Tidak sepatutnya bagi Mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” (QS At-Taubah: 122)

Ayat di atas terkait dengan peristiwa perang Tabuk. Pada saat itu Nabi menggelorakan dan memobilisasi para sahabatnya agar bergerak menuju ke Tabuk untuk menghadang pasukan Romawi yang akan bergerak ke Madinah untuk memerangi Rasul dan sahabatnya. Ada beberapa sahabat yang tidak berangkat ke Tabuk antara lain Ka’b bin Malik, Murarah bin Rabi’ dan Hilal bin Umayah. Ketiga orang ini mendapat teguran dari Allah. Mereka terisolir dari pergaulan dengan sesama sahabat yang lain sehingga ketiganya merasakan kepedihan yang sangat dan menyesali atas perbuatannya. Mereka pun bertobat dan Allah menerima tobatnya. Setelah kejadian ini, semua sahabat bertekad untuk pergi ke medan perang. Melihat gelagat ini Allah mengingatkan kepada mereka agar tidak semua sahabat pergi ke medan perang meninggalkan Rasulullah di Madinah. Hendaknya ada satu kelompok di antara mereka yang terus menemani Nabi di Madinah, untuk memperdalam ilmu agama Islam dari baginda Nabi. Merekalah yang nantinya menyebarkan ilmu pengetahuan agama kepada teman-temannya yang lain.

Substansi dari ayat di atas yaitu himbauan kepada umat Islam agar tidak semua orang pergi ke tempat kerjanya masing-masing, mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, tapi hendaklah di antara sekelompok besar masyarakat (Firqah) ada sekelompok masyarakat (Thaifah) yang khusus menekuni dan mendalami bidang agama Islam, apakah di tempatnya masing masing atau merantau ke tempat lain untuk berguru kepada para Ulama/Kiai/Ajengan/Tuan Guru. Mereka itulah kelak yang akan memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang ajaran agama Islam.

BACA JUGA

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Ibadah dan Amal Terbaik  

Peran Jin dan Manusia dalam Kehidupan Sehari-hari

Membangun Integritas Pendidik dan Peserta Didik

Belajar Ikhlas dan Taat dalam Perjalanan Haji

Ringkasnya harus ada pembagian tugas di antara kaum Muslimin. Ada yang menangani urusan kehidupan umum (duniawi) dan ada yang menangani urusan agama. Dalam sejarah umat Islam pembagian tugas ini telah terlaksana dengan baik. Maka ditemukan ada institusi Pendidikan yang melulu mengajarkan ilmu-ilmu keislaman dan ada pula yang mengajarkan ilmu-ilmu umum dan ada yang menggabungkan di antara keduanya. Di Indonesia Lembaga Pendidikan yang mengedepankan ilmu-ilmu keislaman dikenal dengan nama Pesantren.

Ayat di atas menjadi landasan utama bagi wujudnya sistem pesantren, karena pesantren adalah lembaga “Tafaqquh fiddin” atau lembaga yang tujuan utamanya  memperdalam ajaran agama Islam.

Pesantren

Kata pesantren menurut sebagian kalangan berasal dari kata shastri yang artinya orang yang tahu buku-buku suci dalam agama Hindu. Ada yang mengatakan bahwa kata santri berasal dari Bahasa Tamil yang artinya guru mengaji. Dalam terminologi sistem pendidikan agama Islam di Indonesia, Pesantren adalah Lembaga Pendidikan Islam yang mengedepankan pengajaran agama Islam dan akhlak yang mulia kepada para santri yang hidup pada satu padepokan dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Padepokan tersebut pada akhirnya disebut dengan istilah Pesantren.

Dalam pesantren, faktor yang harus ada yaitu kiai/pengasuh, ulama/ajengan, Tuan Guru, tempat pemondokan, masjid/langgar, santri dan materi pembelajaran. Di pesantren inilah santri dididik untuk menjadi pribadi yang bertakwa, shalih, ikhlas, sederhana, berdikari, mau bekerjasama, mengerti tentang ilmu-ilmu keislaman.

Sejarah Pesantren

Jika dilihat dari segi substansi dari pesantren maka sebenarnya hal yang semacam itu sudah ada semenjak dari zaman Nabi. Ketika Nabi masih berada di Mekkah pada permulaan Dakwah, Nabi menggunakan rumah sahabat Arqam bin Abil Arqam menjadi tempat untuk mengajarkan agama Islam.

Kemudian ketika Nabi hijrah ke Madinah, Nabi menempatkan mereka (kaum Muhajirin) di belakang Masjid Nabawi sebagai tempat pemondokan para sahabat Muhajirin. Jumlah mereka sekitar 500 lebih. Mereka yang menempati tempat itu disebut sebagai “Ashhabussuffah.” Di tempat inilah mereka berkumpul, hidup bersama seia sekata, sehina semalu. Mereka mendapatkan ajaran Islam secara langsung dari Nabi. Dalam perjalanan sejarahnya kaum Muslimin telah melakukan upaya-upaya yang sangat serius untuk mendirikan madrasah-madrasah dan menyediakan tempat-tempat kepada para pencari ilmu yang datang dari luar daerah. Nama tempat-tempat itu disebut “Ribath”. Fungsinya seperti pondok pesantren. Di Masjid al Azhar di Mesir ada bilik-bilik untuk siswa yang datang dari luar negeri termasuk Indonesia yang disebut ”Ruwaq”.

Di India setiap madrasah mempunyai pemondokan persis seperti pesantren. Seperti Madrasah Deoband, Madrasah Dar al Hadis di Banares, Patna dan lain-lainnya.

Pesantren di Indonesia

Kemunculan sebuah pesantren berawal dari keberadaan seorang kiai/ulama di satu desa yang mengajarkan keislaman dan ilmu-ilmunya kepada penduduk setempat. Sejalan dengan waktu, jumlah santri semakin bertambah, bahkan santri-santri yang datang dari daerah yang lebih jauh. Sang Kiai dengan ikhlas menyediakan tanah pekarangannya untuk di bangun bilik bilik/bedeng yang sederhana untuk menampung para santri tersebut.

Tidak diketahui secara pasti kapan mulainya muncul pesantren di Indonesia. Ada yang menyebutkan bahwa Sunan Ampel atau Sunan Gresik yang bernama Maulana Malik Ibrahim, salah satu Wali Sembilan telah mendirikan masjid dan padepokan (pondok pesantren) di Ampel pada abad ke-14. Di tempat inilah Sunan Gresik mengajarkan Islam dan ilmu-ilmu keislaman kepada para pengikutnya. Setelah itu pada setiap pusat penyebaran agama Islam bisa dipastikan ada bilik-bilik pemondokan seperti itu. Ada tempat-tempat pemondokan seperti itu.

Harus diakui bahwa pesantren-pesantren yang muncul pada abad-abad 15 sampai dekade 1950-an bercirikan tradisional. Belum ada kelas-kelas yang membedakan tingkat keilmuan para santri. Tapi semua santri diajarkan materi yang sama. Namun sejalan dengan waktu diadakan sistem klasikal yang membedakan antara santri senior dan yunior. Kitab kitab yang diajarkan umumnya kitab-kitab fikih Syafi’i, akhlak, tasawuf, melalui kitab kitab yang berbahasa Arab.

Harus diakui bahwa keberadaan para mukimin Indonesia yang telah lama bermukim di Hijaz dan menimba ilmu-ilmu keislaman dari ulama-ulama di sana mempunyai andil yang sangat besar dalam pembelajaran ilmu-ilmu keislaman di Indonesia. Di antara mereka yaitu Syekh Nawawi Banten (1813-1897). Karya-karya Syekh Nawawi seperti Sullam al Munajat, Safinah al-Najat, Safinatussalat, Nashaih al Ibad, Nuruzzalam, Maraqi al ‘Ubudiyah, Nihayatuzzain, ‘Uqud al Lujain, Tafsir Marah Labid (Tafsir al Munir) dan lain-lainnya, mempunyai pengaruh yang besar dalam menciptakan budaya keislaman di Indonesia, khususnya di Tanah Jawa.

Dalam perkembangannya, pesantren mengalami kemajuan yang sangat signifikan, baik dari segi materi keilmuan maupun metodologi pengajaran dan pendidikan atau fisik bangunan.

Ada beberapa jenis pesantren: ada pesantren yang masih tetap mempertahankan sistem tradisionalnya, dan menggunakan kitab-kitab darasnya seperti masa lalunya. Ada pesantren yang membuka sekolah formal dimulai dari tingkat Taman Kanak-kanak, SD, SMP, SMA sampai Perguruan Tinggi. Betapapun demikian nilai-nilai dan norma-norma kepesantrenan seperti keshalihan dalam beribadah, memelihara adab dan tatakrama, taat kepada guru/kiai, masih tetap di jaga dan dilestarikan.

Ada juga pesantren yang menggabungkan antara sistem tradisional dan modern. Dengan beragamnya jenis pesantren, masyarakat bisa memilih pesantren yang bisa menjanjikan untuk kelangsungan dan eksistensi masa depan anak-anak mereka.

Sampai saat ini minat masyarakat untuk memasukkan anak-anaknya ke pesantren masih tinggi. Banyak masyarakat yang mewaqafkan tanahnya untuk dibikinkan pesantren.

Jumlah pesantren di Indonesia dari tahun ke tahun bertambah secara signifikan. Jumlah pesantren di Indonesia saat ini (April 2022) yaitu 26.975 dengan jumlah santri 2.065.000. (Dir. Kepesantrenan Kemenag). []

Tags: Pesantren
Share6Tweet4Send
Previous Post

Warga Maroko Rayakan Keberhasilan Timnya Masuk Semifinal World Cup 2022

Next Post

Pesantren Modern Primago Depok Adakan Tes Masuk PPDB Gelombang 1

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang Hadirkan Trainer Nasional 

Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang Hadirkan Trainer Nasional 

13 June 2026
Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

15 June 2026
Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

30 August 2021
Pandemi Covid-19 Sebabkan Defisit Masa Belajar Siswa

Berani untuk Bebas

11 June 2026
Bekali Karakter dan Visi Hidup, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar “Pesantren Wisuda”

Bekali Karakter dan Visi Hidup, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar “Pesantren Wisuda”

14 June 2026
Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

0
Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

0
Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

0
Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

0
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

0
Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

17 June 2026
Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

17 June 2026
Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

17 June 2026
Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

16 June 2026
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

16 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result